Sabtu, 02 April 2011

Katro Elit

Kenalkan namaku Sasha. Malam minggu ini, gue pergi bareng teman-teman satu gereja ke acara  loka karya fotografi. Acaranya mulai pukul 15.30 sampai dengan selesai di GKPI Menteng. Pembicaranya bapak Togar Sitanggang. Gue tahu acara ini dari salah satu kakak pemuda/i gereja sejak dua minggu yang lalu. Malam ini adalah malam yang sungguh menakjubkan bagiku. Malam ini, pertama kalinya aku naik kereta api sungguhan loh. Bayar tiketnya Hahhaaha,,, norak ya tapi seru juga. Pemandangan yang ku lihat di stasiun kereta api adalah banyak pedagang asongan sekitar. Tidak begitu banyak orang berlalu lalang di sekitar stasiun (Tidak begitu ramai di malam hari). Gue naik kereta api sama kak Naga. Bayar tiket Ekonomi AC Rp 5.500,00 per orang. Sengaja gue dan ka Naga pilih kelas ekonomi ac supaya gue cepat sampai rumah dan gue masih bisa naik angkutan ke arah rumah daripada naik ojek. =). Menurut gue, perkembangan kereta api sudah mulai menunjukkan kualitas yang baik dari segi sarana dan beberapa peraturan yang telah dijalankan. Contohnya: 1). Gue sama kak Naga naik kereta api dari sisi pintu belakang yang dimana penumpangnya berisikan perempuan semua. Ada beberapa pria salah masuk gerbong, petugas dalam kereta api langsung menegur mereka dan menyuruhnya mereka untuk pindah ke gerbong sebelahnya yang dimana banyak kaum pria semua. Sebenarnya, Gue masih bingung dech. Ada gerbong khusus wanita, gerbong khusus pria, dan gerbong campuran (pria dan wanita). Yang masih gue bingung adalah mengapa wanita boleh masuk ke gerbong pria dan tidak menegurnya untuk pisah. Si perempuan diharapkan untuk pindah ke gerbong khusus wanita. Walaupun mereka pasangan suami istri atau keluarga atau pacar ya setidaknya mereka harus pisah dong ke gerbong sesuai dengan gendernya. Saran gue sich, kala mereka ga mau pisah ya sarankan mereka untuk pindah ke gerbong campuran. 2). Ketika kereta api sudah sampai di stasiun semua penumpang harus cepat-cepat naik, jika tidak, kita akan ketinggalan kereta api dan kita harus menunggu kereta berikutnya. Kereta api yang gue tumpangi akan menunggu penumpang hingga naik berdurasi kurang lebih 30 detik. Kita juga harus ekstra hati-hati ketika ingin naik kereta api karena jika kita tidak gesit naik dan lengah, kita akan terjepit pintu. Dari dulu pengin sekali naik kereta api yang sesungguhnya, akan tetapi, gue selalu takut untuk mencobanya. Gue sering sekali dengar berita buruk ketika saat mau beli tiket maupun naik kereta api yaitu pencopet / rampok / jambret. Itulah salah satu penyebanya gue ga suka naik kereta api. Malam ini, gue berani naik kereta api karena ada ka Tia. Dia tahu dimana kita harus turun, beli tiket di loket mana, jenis kelas kereta api. Gue sudah lama tinggal di kota Jakarta tapi katro banget dech kalau masalah ini. Hihihihi,,, gue malu banget bo. Memang gue akui, gue selalu menggunakan bus atau angkutan atau ojek (*kalau waktu mepet + bawa uang lebih karena biaya ongkos ojek cukup lumayan mahal khusus kantong mahasiswi) kemana pun gue pergi. Ada satu hal yang belum gue ketahui jasa kereta api ini, apakah kereta api ini menyediakan asuransi kepada seluruh penumpang apabila terjadi kecelakaan di luar dugaan???... Apakah jasa kereta api akan memberikan asuransi penuh dan bertanggung jawab penuh Jika penumpang meninggal/ luka ringan / luka berat akan urusi segera tuntas atau membiayai pengobatan penumpang hingga mereka sembuh total apapun kalangan kelas penumpang (kalangan kelas bawah, kalangan kelas menengah, kalangan kelas atas) dalam suatu kondisi kecelakaan di luar dugaan manusia??
Kereta api dan Bus Transjakarta hampir ada kesamaannya. Perbedaannya adalah kereta api jasa darat yang menggunakan rel sedangkan Bus Transjakarta adalah jasa darat yang melintasi jalan raya dan jalan tol yang dimana melalui jalan yang material bahan aspal padat.

_Cerita ini benar keadaannya akan tetapi nama tidak sesuai dengan cerita aslinya _